3 Trayek Baru Angkutan Perintis, Buka Akses ke Wilayah Terisolir di Bangli

0
16

REPORTASEBALI.COM – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB, kembali membuka trayek angkutan perintis untuk jalur Terunyan-Kintamani, Terunyan-Bayung Gede dan Catur-Bangli.
 
Tiga trayek baru itu merupakan tambahan dari trayek yang sebelumnya telah dibuka oleh armada perintis Damri yang dikelola oleh BPTD.
 
Jalur yang telah berjalan sebelum ada penambahan trayek yakni meliputi, Bangli-Penelokan-Toyobungkah-Songan, Bangli-Kayuamba-Penelokan-Toyobungkah-Songan dan Bangli-Penelokan-Lampu-Satra-Tejakula.
 
Kepala Subdirektorat Angkutan Orang Antar Kota Dinas Deny Kusdyana, A.MT.D., MMTr., mewakili
Direktur Angkutan Jalan menjelaskan, faktor keselamatan lalu lintas menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian.
 
“Konektivitas dan mobilitas angkutan jalan, khususnya perintis di wilayah Kabupaten Bangli penting dilakukan dan bersifat mendesak,” jelas Deny Kusdyana, Kamis, 8 Agustus 2019.
 
Selama ini, transportasi yang dibutuhkan oleh warga belum menjangkau wilayah-wilayah tersebut. Terutama, untuk pelajar yang membutuhkan transportasi, diakomodir oleh angkutan pikap, sehingga cukup berbahaya terhadap keselamatan.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli I Gede Karta menambahkan, di trayek baru yang kini dapat diakses dengan angkutan perintis, memiliki 4 desa dengan jumlah siswa sebanyak 150 orang. Karena keterbatasan sarana dan menjadi salah satu daerah terisolir, para siswa itu harus menempuh perjalanan dengan mobil bak terbuka.
 
“Kalau sesuai UU angkutan jalan lalu lintas dan angkutan jalan, mestinya itu tidak diperbolehkan,” kata Gede Karta.
 
Karena itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli, mengupayakan kepada Kementerian Perhubungan, agar diberikan armada angkutan untuk mengatasi persoalan transportasi di wilayah terisolasi.
 
“Dengan tersedianya angkutan perintis ini, secara tidak langsung juga akan menekan angka kecelakaan lalu lintas,” jelas Gede Karta.
 
Tarif angkutan perintis itu dipatok Rp 2.500 untuk sekali jalan. Sebelumnya, dengan menggunakan angkutan bak terbuka, setidaknya penumpang harus mengeluarkan biaya Rp 15 ribu untuk perjalanan pulang pergi setiap klau ke sekolah.
 
Angkutan perintis tersebut disubsidi oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB. (*)