BPBD Bali Songsong Era 4.0 dengan Optimalkan SIK Berbasis Digital

0
30
Suasana rapat evaluasi SIK di tahun 2019 serta rencana tahun 2020 di UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali (Pusdalops), pada Rabu (22/1).

REPORTASEBALI.COM, DENPASAR – Kebencanaan merupakan keniscaaan yang kapanpun dapat terjadi. Berbagai langkah baik saat pra, saat dan pasca bencana berbasis teknologi menjadi kebutuhan guna mereduksi resiko bencana. Terlebih era 4.0 menuntut terobosan inovasi teknologi, sehingga BPBD beserta stakeholder lainnya dalam penta helix  punya peran penting dalam mengembangkan industri kebencanaan berbasis teknologi.

Melihat perkembangan teknologi makin pesat, sejak tahun 2019, BPBD Provinsi Bali membangun  Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) berbasis online.  SIK dibangun  awalnya sebagai jembatan data dan informasi virtual antar BPBD Kota/kabupaten dengan BPBD Provinsi Bali terutama data kejadian bencana. Aplikasi berbasis web base akan menghimpun dan menampilkan data yang termasuk bencana dan non bencana, korban, dan info grafis.

Sebagai sebuah aplikasi yang baru diterapkan, maka terus menerus disempurnakan demi kebermanfaatan dan keberlanjutannya. Untuk itu, dilaksanakan evaluasi SIK di tahun 2019 serta rencana tahun 2020 di UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali (Pusdalops), pada Rabu (22/1).

Dalam sambutannya  Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali diwakili Kepala UPTD, Nyoman Petrus Surianta menyampaikan bahwa SIK adalah salah satu sarana bersama yang bermanfaat bagi instansi kebencanaan dan masyarakat Bali. Tahun 2020 akan dioptimalkan berupa  e-relawan, e-logistik dan peralatan, serta penguatan database antar bidang didalam BPBD. Hasil SIK berupa launching e-relawan akan juga disampaikan dalam Rakorda yang akan dilaksanakan di Nusa Penida pada bulan April 2020.

Penyempurnaan beberapa fitur dalam SIK saat ini , akan segera dilaksanakan sehingga  kedepannya dapat menjadi pelaporan bersama di masing-masing BPBD Kabupaten/Kota ke pimpinan. Made Sapta Budiarta, dari BPBD Jembrana menyampaikan, pihaknya telah menggunakan SIK ini sebagai laporan resmi kebencanaan tahun 2019 ke Bupati. “Dari segi data lengkap, valid dan cepat. Apalagi kedepan akan dibangun e-relawan, e-logistik akan sangat membantu untuk pergerakan di lapangan,” ujarnya.

Proses pendampingan  akan tetap dilakukan khususnya kepada operator di masing-masing BPBD Kabupaten/Kota dan akan dilaksanakan pertemuan setiap triwulan sebagai bentuk komunikasi dan evaluasi bersama. Diharapkan kedepannya, kehadiran SIK dapat mendukung terwujudnya  pariwisata aman bencana di Bali.