Senator Asal Bali Dilaporkan ke Polda Bali

0
32
Spiritual dan pinisepuh Perguruan Sandi Murti Ngurah Harta

REPORTASEBALI, DENPASAR – Kasus Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah dan Sunda Empire juga terjadi di Bali. Namun uniknya yang di Bali diduga dilakukan oleh anggota DPD Bali berinisial AWK. AWK dilaporkan elemen masyarakat Bali ke Ditreskrimum Polda Bali karena dalam berbagai pertemuan mengaku dirinya sebagai raja karena keturunan Raja Majapahit. Laporan dilayangkan ke Polda Bali, Selasa (21/1).  

Spiritual dan pinisepuh Perguruan Sandi Murti Ngurah Harta selaku salah satu pelapor mengatakan, pengakuan AWK sebagai keturunan Raja Majapahit sudah dilakukan di berbagai tempat dan berbagai kesempatan. Faktanya, AWK selalu memegang tongkat komando layaknya seorang raja, memiliki pengawal mirip pengawal presiden, selalu mengenakan pakaian kebesaran sebagaimana layaknya seorang raja.

Menurut Ngurah Harta, kasus ini sesungguhnya sudah terjadi sejak lama. Namun orang Bali tidak banyak yang memulainya. “Kalau tidak dilaporkan sekarang maka dikuatirkan akan terjadi pengaburan sejarah. Karena AWK mengaku sebagai keturunan Raja Majapahit. Ini sangat berbahaya bagi generasi muda Bali 20 tahun yang akan datang.

Setelah 20 tahun nanti, generasi muda Bali akan membenarkan jika di Bali pernah ada keturunan Raja Majapahit. Mereka mengira jika AWK memang benar-benar keturunan raja. Sumbernya ada di berbagai media yang ditulisnya sendiri dengan cara advetorial. Sekarang memang belum dirasakan. Namun 20 tahun yang akan datang generasi Bali akan percaya bahwa AWK adalah keturunan Raja Majapahit,” ujarnya.

Padahal dalam sejarah Bali semua juga mengetahui jika tidak ada keturunan Majapahit di Bali. Di Bali juga banyak puri puri tetapi tidak ada satu pun yang mengaku keturunan Majapahit. Secara keturunan pun, AWK juga diketahui bukan berasal dari keluarga puri di Bali.

Ngurah Harta mengaku jika sejak dulu ia dan beberapa tokoh lainnya selalu mengeritik AWK karena mengaku diri sebagai keturunan raja. Namun dirinya sering dianca, dibully oleh para pengikutnya dengan kata-kata yang sangat kasar. Pihaknya juga berencana melaporkan sejumlah orang yang membela AWK di media sosial dengan mengeluarkan bahasa bully serta mengancam orang yang ingin meluruskan sejarah.

“Saat turun ke desa dengan bahasa-bahasa yang provokatif, memberikan piagam. Nanti sebentar polisi yang akan menentukan seperti apa. Dan Kita melaporkan orang-orang yang pengikutnya bahasanya sangat menyakitkan, bully yang luar biasa dan menyakitkan. Kita akan melaporkan satu persatu, kita sudah catat nama-namanya dan alamat. Sampai ada pengancaman terhadap orang-orang yang ingin meluruskan, memback up saya ada macam-macam bahasa yang menyakitkan. Kita udah tau alamatnya, nanti kita akan melaporkan,” urainya.

Sementara itu, Pusat Koordinasi (Puskor) Hindu Indonesia, Ida bagus Suseh yang ikut melaporkan AWK ke Polda Bali menjelaskan, AWK sudah melecehkan simbol Hindu karena melecehkan Sulinggih dan mendoakan Sulinggih untuk cepat mati. Hal ini dinilai Suseh, AWK telah melecehkan simbol Hindu yang selama ini disucikan.

“Kita dari Puskor melaporkan hal yang berbeda dari sisi pelecehan sulinggih (tokoh hindu bali) yang dilakukan pada tanggal 22 Desember 2019 saat melakukan Dharma Wacana. Kami tekankan sebagai komponen Hindu, sangat merasa dilecehkan oleh ucapannya. Yang mana seorang Hindu yang mengaku dirinya Hindu dan menjadi tokoh Hindu kemudian menyumpah Sulinggih untuk mati cepat atau ‘Madak Pang Enggan Mati’ gitu istilahnya. Ini sudah pelecehan terhadap symbol Hindu. Karena Sulinggih merupakan salah satu simbol Hindu yang kita sucikan. Saya sudah katakan bahwa orang itu tidak memiliki kewarasan, saya orang Hindu dalam berucap bertutur kata harus menjaga etika,” papar Suseh.

Substansi laporan terhadap AWK di Polda Bali ada dua perkara. Yang pertama menghina para sulinggih dan mendoakanya cepat mati. Kedua, laporan tentang pengakuan AWK sebagai keurunan Majapahit. Dalam laporan tersebut diserahkan beberapa bukti berupa rumusan percakapan atau screen shot percakapan tentang pengakuan sebagai raja, rekaman video dan kliping tulisan dan kronologi pengakuan AWK sebagai raja.