Subanda : PDIP Harus Belajar dari Kekalahan Pilkada Beberapa Periode Sebelumnya

0
75
Pengamat politik dari Undiknas Denpasar, Nyoman Subanda / Istimewa

REPORTASEBALI.COM, DENPASAR – DPP PDIP hingga saat ini belum menurunkan nama-nama yang direkomendasikan untuk maju dalam Pilkada serentak di 6 kabupaten dan kota di Bali. Sementara di kabupaten dan provinsi lainnya di Indonesia, rekomendasi dari DPP PDIP sudah turun.

Bali dan NTT hingga saat ini belum turun. Pengamat politik dari Undiknas Denpasar, Nyoman Subanda menjelaskan, dalam PDIP hingga saat ini figur sentralnya tetap berada di Megawati Soekarno Putri. Selama PDIP dipimpin Mega maka Bali tetap menjadi anak emas.

“Secara emosional, Mega memiliki hubungan yang khusus dengan Bali karena memang memiliki garis keturunan dari Bali. Secara politik, PDIP selalu menang di berbagai event politik di Bali mulai dari Pilkada, Pileg, Pilpres. Jadi bila hingga saat ini PDIP belum menurunkan rekomendasi untuk 6 kabupaten dan kota di Bali maka sesungguhnya DPP PDIP sudah optimis jika akan mengantongi kemenangan di Bali,” ujarnya di Denpasar, Senin (24/2).

Namun demikian, Subanda mengingatkan bahwa politik itu bisa berkembangan setiap saat. Konstelasi juga bisa berubah. Pemahaman publik Bali terhadap figur dan Parpol terus berkembang ke arah yang lebih baik. Untuk konteks Bali, PDIP perlu belajar dari beberapa kekalahan yang ada. Minimal ada tiga Pilkada di Bali dimana PDIP menderita kekalahan.

“PDIP harus belajar dari kekalahan Pilkada beberap periode sebelumnya. Sebut saja di Pilkada Klungkung, Karangasem, dan Pilgub Bali saat PDIP melepas kadernya yang saat itu adalah Made Mangku Pastika. Dalam event itu PDIP akhirnya kalah,” ujarnya. Namun untuk saat ini PDIP masih terlalu kuat di Bali.

Untuk di 6 kabupaten di Bali, ada banyak kader yang sudah mumpuni dengan elektabilitas dan popularitas yang tinggi. Di Kota Denpasar misalnya, sekalipun rekomendasi belum turun namun untuk sementara ini publik sudah mengetahuinya bahwa yang akan menjadi Walikota adalah IGN Jaya Negara yang saat ini menjadi Wakil Walikota Denpasar.

Subanda menyebut jika Jaya Negara adalah kader kesayangan Megawati. Jaya Negara juga memiliki hubungan baik dengan tokoh dari Puri Satria yang memiliki hubungan khusus dengan Megawati.

“Saya berharap agar calon wakilnya berasal dari non kader. Asalkan bukan dari PDIP. Entah itu dari kader partai lain atau kader non partai. Namun lebih baik adalah kader non partai yang memiliki popularitas tinggi dengan basis massa yang besar. Dan kader seperti itu banyak di Denpasar ini. Bisa juga dari tokoh budaya, pariwisata, atau akademisi,” ujarnya.